Daftar Jumlah Jamaah Haji Aida Tourindo Wisata

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. daftar haji di Jakarta Timur

saco-indonesia.com, Mabes Polri telah menggerebek tempat penampungan calon Tenaga Kerja Wanita ilegal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari 161 calon pekerja, 20 di antaranya telah diketahui masih di bawah umur.

Informasi yang telah berhasil dihimpun, dari para calon TKW tersebut telah didatangkan oleh salah satu agen ketenagakerjaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Di antaranya, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, berbagai wilayah di Pulau Jawa, dan Kalimantan.

Para calon TKW tersebut tiba di tempat penampungan sejak tiga bulan yang lalu. Oleh agen ketenagakerjaan yang telah membawa, mereka akan dijanjikan pekerjaan ke luar negeri dan diberi uang saku sebesar Rp 1 juta. Namun, hingga saat ini tak ada kepastian.

"Sampai sekarang belum berangkat," kata RH yang berusia (17) tahun di lokasi, Selasa (24/12).

Kanit Traficking Inperson Subdit 3 Pidum Mabes Polri, Kompol Arie Dharmanto, juga mengatakan, pihaknya masih harus melakukan penyelidikan kasus tersebut guna untuk melakukan pengembangan.

Pagi ini, rencananya para calon TKW tersebut akan ditampung kembali di Save House Kementerian Sosial di Jakarta. Usai didata kembali, mereka juga akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Mabes Polri telah menggerebek tempat penampungan calon Tenaga Kerja Wanita di sebuah rumah mewah di Jalan Cendana, Perumahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Pembongkaran kasus itu atas pengembangan kasus yang tengah ditangani oleh Pengadilan Tinggi Malaysia.

Polisi juga telah mengamankan dua orang tersangka atas dugaan kasus traficking tersebut. Keduanya Y dan V telah diamankan di NTT, dan kini masih harus menjalani pemeriksaan intensif penyidik.


Editor : Dian Sukmawati

161 CALON TKI DIAMANKAN OLEH POLISI
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »