Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel haji khusus di Ciamis

Pengangkatan Anas Effendi sebagai Walikota Jakarta Barat oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai kontroversi. Sebab, Anas juga sempat dicopot dari kursi wali kota Jakarta Selatan dan di'parkir' telah menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi (BPAD) DKI Jakarta.

Rekam jejak Anas saat masih menjadi wali kota Jakarta Selatan telah menjadi sorotan. Terakhir, Anas kedapatan tengah tertidur lelap saat Rapat Paripurna digelar Jokowi.

Terkait jabatan baru yang dipangku oleh Anas, anggota Komisi E DPRD DKI Fraksi Partai Demokrat Neneng Hasanah telah menyambut baik keputusan Jokowi.

"Pak Anas itu kan memang orang pemerintahan. Saya setuju dengan keputusan Pak Gubernur," ucap Neneng saat berbincang , Rabu (12/3).

Neneng telah menilai terdapat kelebihan Anas yang membuat Jokowi memberikan posisi bergengsi di jajaran Pemkot DKI Jakarta. "Pak Anas itu juga punya kinerja bagus saat di Selatan (wali kota Jaksel). Pak Gubernur juga tidak akan sembarangan pilih anak buahnya, pasti ada pertimbangan tersendiri," tuturnya.

Salah satu prestasi yang pernah dibuat Anas saat menjadi wali kota Jakarta Selatan, lanjut Neneng, yakni pernah menjadi pengumpul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang memenuhi target.

"Beliau (Anas) juga pernah dapat penghargaan PBB di wilayah Jaksel," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi melantik Anas Effendi sebagai wali kota Jakarta Barat. Jokowi telah menyebut bahwa Anas pantas diberikan kesempatan kedua. "Harus diberi kesempatan kedua. Tapi harus jauh lebih baik dari yang dulu. Sudah ketemu dan janjinya itu," ucap Jokowi usai pelantikan.

Dalam kesempatan yang sama, Anas juga menyatakan siap mengikuti ritme kerja Jokowi. "Sekarang saya yakin bisa mengikuti ritme beliau. Lagian itu kan pimpinan yang menilai," kata Anas.

Anas Effendi telah menggantikan Fatahillah yang dimutasi menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik terhitung sejak 12 Februari 2014.

Apa kehebatan Anas, sudah dibuang dipakai lagi ?
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »